MENU

Minggu, 09 Oktober 2022

Optimalisasi Potensi Wakaf untuk Kesejahteraan Umat

Optimalisasi Potensi Wakaf untuk Kesejahteraan Umat
Hai semua semoga selalu sehat-sehat ya, Bicara tentang wakaf, sebenarnya baru aku tahu nih, bahwa kita berwakaf tidak harus menunggu punya masjid, tanah atau bangunan, tidak harus menunggu kita banyak uang apalagi berupa wasiat. Ternyata wakaf bisa dilakukan saat ini juga dan dalam jumlah nominal yang terjangkau…

Hal ini seperti dikatakan Komisaris Utama Bank Syariah Indonesia Bpk Adiwarman Karim di acara Rapat Kerja Nasional Forum Jurnalis Wakaf Indonesia (Forjukafi) di Jakarta. Sebelum acara dimulai ada sambutan Gubernur DKI Jakarta Bpk. Anies Baswedan dan Wakil Presiden RI Bpk. KH. Ma'ruf Amin secara virtual. Yang mengatakan “Perlu penguatan literasi secara berkelanjutan yang utamanya 3 unsur, yaitu literasi tentang harta objek wakaf, peruntukan harta benda wakaf dan kelembagaan wakaf, konsep wakaf uang harus menjadi salah satu fokus konten literasi agar masyarakat memahaminya dengan benar”

optimalisasi-wakaf-untuk-kesejahteraan-umat


Mengingat nih potensi wakaf sebenarnya sangat luar biasa jika dikelola dengan baik dan tepat . karena ditaksir pertahunnya bisa menembus angka 180 triliun rupiah.

Dan Badan Wakaf Indonesia mencatat per bulan maret 2022 mencapai 1,4 triliun. Bukan angka uang kecil ya. Tapi kenyataan hanya sekitar setengah persen dari total potensi yang ada kesenjangan antara potensi dan realisasinya. Hal ini disebabkan karena kurangnya tingkat literasi wakaf masih rendah. Inilah yang melatarbelakangi Forjukafi mengadakan Rapat Kerja Nasional dengan Tema Optimalisasi Potensi dan Pengelolaan Wakaf untuk Kesejahteraan Umat.

Pengertiaan Wakaf

Wakaf termasuk amal ibadah yang istimewa bagi kaum muslim, karena pahala amalan ini bukan hanya dipetik ketika pewakaf masih hidup, bahkan pahalanya juga tetap mengalir terus meskipun pewakaf telah meninggal dunia. Semakin banyak orang yang memanfaatkannya, maka semakin bertambah pula pahalanya

Wakaf tak hanya mendatangkan manfaat bagi pewakaf, tapi juga penerima wakaf. Karena saat kita melepas harta sebagai wakaf, maka bulir-bulir kebaikan dan manfaat akan lahir seiring pahala yang terus mengali.

Wakaf memang tidak hanya amalan yang mendatangkan pahala jariyah bagi waqif, tetapi juga amalan yang manfaatnya dapat dirasakan oleh umat. Pengelolaan wakaf perlu ditangani oleh pihak yang berkompeten dengan berpegang kuat pada prinsip.

Manfaat Wakaf

Pahala Mengalir Abadi
Pahala wakaf akan kekal mengalir pada Sang Wakif , walaupun sudah meninggal dunia, selama hartanya terus bermanfaat untuk masyarakat.

Menumbuhkan jiwa sosial yang tinggi
Berwakaf membuat kita lebih peduli dan berempati pada mereka yang membutuhkan.

Mempererat Tali Persaudaraan
Berwakaf akan mempertemukan banyak pihak. Wakif, nadzir, penerima manfaat, dan masyarakat umum yang akan merasakan bersama manfaat harta wakaf.

Dilipatgandakan hingga 700 x lipat
“Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir tumbuh seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki, Dan Allah Maha Kuasa (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui” (QS 2:261).

Belajar bahwa harta benda tidak kekal​
Kita belajar bahwa harta yang kita miliki hanya sementara, tidak akan dibawa saat meninggal, dan ada hak mereka yang kurang mampu dalam harta kita. Tetapi, harta yang diwakafkan tidak akan terputus manfaatnya.

Mendorong pembangunan negara
Wakaf banyak digunakan untuk mendirikan sarana seperti sekolah, rumah sakit, asrama, dan fasilitas umum lain. Hal ini sangat membantu meningkatkan pembangunan negara.

optimalisasi-wakaf

optimalisasi-wakaf-untuk-kesejahteraan-umat

Dan Ketua umum Muhammadiyah Haedar Nasir mengatakan, begitu besar potensi wakaf jika dikelola dengan baik negara-negara tetangga sudah mempunyai badan kepengurusan wakaf secara profesional bahkan ada menteri perwakafan.

Nah sayangnya di Indonesia nadzir wakaf, atau biasa disebut degan nadzir adalah orang yang diberi tugas untuk mengelola wakaf. masih bertumpu kepada “orang yang sudah tua”,  harusnya seorang nadzir itu yang mempunyai wawasan, energik dan cerdas yang bisa mengelola wakaf secara profesional. Banyak lembaga wakaf yang bisa kita pilih jika ingin berwakaf  seperti Dompet Dhuafa, Baznas Indonesia dll.

Apa Saja Prinsip Pengelolaan Wakaf?

Sekarang ini, wakaf tidak hanya identik dengan tanah dan bangunan karena jenis harta benda yang diserahkan lebih variatif sepanjang sesuai dengan syariat Islam. 

Banyaknya jumlah dan variatifnya jenis harta wakaf mendorong pihak pengelola untuk bekerja lebih profesional dengan berpatokan pada prinsip yang sudah ditentukan. Pengelolaan wakaf adalah proses melakukan kegiatan pengawasan, pelaksanaan dan pencapaian tujuan wakaf.

Dengan kata lain, pengelolaan harta wakaf merupakan kegiatan mengurusi dan mengawasi harta wakaf agar penggunaannya sesuai dengan ikrar waqif. Sebab, hakikat wakaf yakni mengambil manfaat dari harta yang diserahkan untuk kepentingan umat sehingga tujuan yang ingin dicapai harus dijaga.

Asas Profesional Manajemen

Selanjutnya, prinsip yang harus dipegang erat dalam pengelolaan wakaf yakni asas profesional dan manajemen. Asas profesional dibutuhkan agar setiap individu yang terlibat dalam pengelolaan wakaf memiliki sikap dan pikiran yang sama sehingga tujuan wakaf tercapai dengan baik.

Jika terjadi kesalahpahaman antara pihak atau ada pihak yang tidak profesional selama bertugas, maka pencapaian tujuan wakaf akan terhambat. Asas manajemen juga tidak kalah penting untuk memastikan bahwa manfaat wakaf dirasakan oleh masyarakat luas, bukan pihak pribadi.

Selain itu, manajemen wakaf yang baik bertujuan untuk menentukan manfaat yang terbaik dari benda wakaf, terlebih jenis harta yang diserahkan memang lebih variatif jenisnya. Meneladani Rasulullah, proses pengelolaan wakaf harus didasarkan pada sifat sebagai berikut:
  • Amanah, artinya pengelola wakaf harus pihak yang dapat dipercaya untuk menjalankan tugas mulia tersebut agar tujuan wakaf tercapai dengan baik dan maksimal.
  • Fathanah, artinya proses pengelolaan wakaf harus dilakukan dengan tindakan dan pemikiran yang baik sesuai syariat Islam serta tujuan waqif.
  • Shiddiq, pengelolaan wakaf harus dilakukan secara jujur tanpa dikotori dengan perbuatan curang sehingga tujuan wakaf tidak tercapai maksimal
  • Tabligh,  pengelola wakaf harus melaksanakan tugas dan memberikan informasi yang benar terkait harta wakaf tanpa ada praktik manipulasi maupun hal buruk lain.
Asas Keberlangsungan Manfaat

Prinsip pengelolaan wakaf menekankan pada keberlangsungan manfaat dari harta yang diwakafkan. Dengan kata lain, fokus utama dari pengelolaan wakaf bukanlah pada pemeliharaan tetapi pemanfaatan harta untuk kepentingan banyak orang.

Substansi dari wakaf yakni menyerahkan harta untuk diambil manfaatnya demi kesejahteraan bersama sehingga manfaat tersebut harus dimaksimalkan. Harta wakaf tidak akan mendatangkan kebaikan apabila hanya dipelihara agar tidak rusak, tanpa digunakan untuk umum.

Bahkan, apabila harta yang diwakafkan sudah rusak atau berkurang nilainya jika tidak segera dijual, maka ulama menyarankan boleh untuk diuangkan. Kemudian, uang dari harta wakaf yang rusak tersebut tetap digunakan untuk umat demi menjaga keberlangsungan manfaatnya.

Dalam Islam, manfaat harta wakaf dilarang untuk penggunaan pribadi, terlebih dijual untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Sebab, hakikat wakaf ada pada tujuan membantu sesama, mensejahterakan umat dan meningkatkan pembangunan negara, bukan diri pribadi.

optimalisasi-wakaf-untuk-kesejahteraan-umat

Semoga setelah rapat kerja Forjukafi ini makin disadari bahwa potensi wakaf bisa dimanfaatkan dengan maksimal bahkan bukan tidak mungkin Indonesia bisa terbebas dari hutang luar negeri yang makin meningkat. Jika wakaf bisa dikelola untuk mensejahterakan perekonomian.

utieadnu

Optimalisasi Potensi Wakaf untuk Kesejahteraan Umat

Optimalisasi Potensi Wakaf untuk Kesejahteraan Umat Hai semua semoga selalu sehat-sehat ya, Bicara tentang wakaf, sebenarnya baru aku tahu n...